Pada dasarnya aplikasi ini hampir sama dengan aplikasi
penghitung frekuensi (Frequency Counter), dimana letak perbedaanya hanya pada perumusannya saja, dimana perumusan tersebut tergantung dari pengubahan detik ke menit dan banyaknya pulsa encoder dalam 1 putaran motor DC.
Jika menggunakan optocoupler sebagai sensor anda harus menggunakan rotary encoder yang di-couple dengan as motor dc untuk mendeteksi kecepatan putaran motor DC. Biasanya pada rotary encoder dibuat lubang-lubang sebagai representasi banyaknya pulsa. Dan anda harus menentukan terlebih dahulu banyaknya pendeteksian pulsa atau lubang pada rotary encoder untuk satu putaran yang dilakukan motor DC. Karena banyaknya pulsa atau lubang akan mempengaruhi perumusan perhitungan kecepatan motor DC dan semakin banyak pulsa atau lubang maka akan meningkatkan resolusi pembacaan kecepatan motor DC, dengan kata lain pembacaan kecepatan akan semakin presisi.